Jadi yang ke 2 itu sakitnya jauh lebih dibanding patah hati
Ya Tuhan..
apa yang sedang berlaku pada Hamba saat ini
kenapa perasaan sembilu menyelinap dalam hati
saat dia bilang ” acara keluarga”
akh..sakitnya jauh lebih nikmat dan dalam dibanding waktu aku patah HATI
setidaknya aku masih bisa menangis waktu itu
kini…
aku tahu dan sadar
yang kami lalui sekarang adalah perasaan yang tidak seharusnya dan tidak pada tempatnya..
tapi….
akh..beginikah rasanya menjadi yang kedua?
harusnya aku telah siap..
kenyataannya??
selalu saja tak ada waktu untuk bersiap siap
ingin ku lepas..namun..tak bolehkan aku merasakan sedikit kebahagiaan ini lebih lama??
Ps: seperti yang diceritakan seorang teman..:)












